Dialog humor seputar hukum minum arak

hukum minum arak

Dialog Imaginer Tentang Hukum Minum Arak


Oleh : Arif Budiman Mahdy


Berikut ini adalah dialog imaginer tanya jawab seputar hukum minum arak yang kami kemas dengan gaya slengekan.jika dirasa kurang berkenan di hati Anda,kami selakuk admin dan editor blog resmi perpustakaan mini Pojok Baca Nahdliyin mohon maaf yang sebesar-besarnya.dan semoga Anda tidak gagal faham dan salah faham mengenai isi artikel ini.

Saat itu,dua sahabat sedang nongkrong asyik dengan menikmati secangkir kopi.namanya nongkrong apalagi di warung kopi,semua persoalan akan sangat menarik untuk diperbincangkan.kebetulan saat itu mereka berdua terusik dengan masalah hukum minum arak.terjadilah dialog diantara keduanya :


Sudrun : "Kang,Hukumnya Minum Arak bagaimana Kang ?"

Somad : "Haram Drun !"

Sudrun : "Dalilnya Kang ?"

Somad : "Dalam QS.Almaidah 90 : Wahai Orang yg beriman Sesungguhnya ( meminum ) Khamar,Berjudi, (Berkorban untuk ) Berhala,mengundi nasib dengan panah adalah termasuk perbuatan syaitan.maka jauhilah perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan !""

Sudrun : "Ooww...Dalam Al Quran ada ya Hukumnya Kang ?""

Somad : "Al Quran mencakup semua hal Drun.dari kamu tidur sampai bangun tidur,semua telah ada petunjuknya dalam Al Quran !"

Sudrun : "Tapi Kang,tadi yg diharamkan itu kan Khamar dan disamakan dgn Arak.iya tho ?"

Somad : "Iya Drun.lalu Masalahnya apa ?"

Sudrun : "Kalo Tembakau Gorilla,Sabu,Ineks ada nggak Hukumnya dalam Al Quran ?"

Somad : "Ya Itu tadi Drun. Hukumnya disamakan dgn Minum khamar yg memabukkan itu !"

Sudrun : "Ya nggak bisa tho kang ! Sekarang zaman makin maju.bila efek khamar disamakan dgn Tembakau Gorilla,jelas beda ! Khamar atau Arak paling maksimal efeknya bila diminum bikin mabuk lalu tidur.bila nggak tidur,paling dia ngoceh doank !"

Somad : "Kalo Tembakau Gorilla ?"

Sudrun : "Naahh...makanya ini yg harus digali Kang ! Efek Sabu saja bila digunakan untuk pekerja,dia bakal kuat kerjanya kok.jadi,nggak mabuk tho ? Efeknya jelas beda bila disamakan dgn Khamr."

Somad : "Lalu Drun ?"

Sudrun : "Saya cuma mau mengingatkan sampean Kang.jangan sombong dech teriak teriak pada Orang lain untuk kembali berhukum pada Al Quran dan Sunnah ! Tantangan zaman makin kuat dan jelas membutuhkan jawaban Dari Agama sementara apa yg terjadi saat ini, belum tentu semua masalah bisa tercover oleh Dalil dalil Agama.Makanya Dalam Islam, Proses penggalian Hukum Agama itu ada 4 tahap Kang !"

Somad : "4 Tahap bagaimana Drun ?"

Sudrun : "Dalam menyelesaikan dan menjawab pertanyaan dan masalah Agama yg terkait satu hukum, Kita berpedoman pada Al Quran dan Hadits sebagai rujukan utama. Kemudian Didukung dengan Ijma' dan Qiyas.Menurut Imam Syafii " Seseorang tidak boleh mengatakan Ini halal atau itu Haram kecuali bila Ia telah mengetahui dalilnya. Sedang mengetahui dalil itu didapat dari Al Quran, Hadits, Ijma' dan Qiyas " ( Imam Al Syafii,Al Risalah, hal.36 )."

Somad : "Lanjuuuutttt !"

Sudrun : "Contohnya Kasus Sabu dan Tembakau Gorilla tadi.Secara jelas memang tidak ditemukan Dalam Al Quran maupun Hadits terkait hal tersebut. Ijma' Ulama pun pada masa lampau belum menemukan adanya contoh kasus seperti Sabu dan Tembakau Gorilla itu !"

Somad : "Pengertian Ijma' ?"

Sudrun : "Yang dimaksud Ijma' adalah kesepakatan para Mujtahid di suatu zaman tentang satu masalah hukum yg terjadi ketika itu ( Al Waraqat fi Ushul al Fiqh,hal.44 )."

Somad : "Lalu bagaimana Drun ?"

Sudrun : "Bila Hukum dari suatu masalah tidak ditemukan jawabannya dari Al Quran, Hadits maupun Ijma', maka Qiyas menjadi solusinya !"

Somad : "Qiyas ??"

Sudrun : "Merujuk pada pendapat Ibnu al Hajib al Maliki,Beliau mendefinisikan Qiyas " Qoola Ibnu al Hajib : Huwa Musaawatu al far'i ashla fi illati hukmihi ". Qiyas adalah menyamakan Hukum Cabang ( Far ) kepada asal karena ada kesamaan illat atau sebab Hukumnya ( Al Khudari Bik,Ushul al Fiqh,hal 289 )."

Somad : "Jadi ?"

Sudrun : "efek dari Tembakau Gorilla maupun Sabu mungkin saja berbeda dengan Khamr atau Arak tapi bila dikembalikan pada satu sebab maka jelas semuanya menjadi ketemu Hukumnya. Baik Khamr, Arak,Sabu atau apapun namanya, maka bila merusak dan menimbulkan mafsadat,maka jelas Hukumnya Haram !! Naahh... Sementara Tembakau Gorilla atau Sabu itu merusak fikiran nggak ?"

Somad : "Iya Drun !"

Sudrun : "bila merusak, berarti Haram nggak ?"

Somad : "Ho oh Drun !"

Sudrun : "Makanya Kang,jangan sok dech teriak teriak back to Quran segala ! Pahami Agama dari segala sudut. Bila kita mengikuti Metode Penggalian Hukum Agama yg dilakukan oleh Kyai Kyai NU, terasa demikian luas dan kaya.Agama menjadi sesuatu yg dinamis di tangan para Kyai kyai NU ini.berkat pemahaman para Kyai NU Dalam menggali dan merumuskan Hukum Agama seperti inilah, Islam di Indonesia terasa lain warnanya dibanding misalnya di Arab Saudi sana.Sumber referensi Kyai NU yg demikian kaya ditopang pada penjagaan terhadap Kitab kitab klasik,menjadikan pola beragama NU menjadi tampak hidup.udahlah Kang,Kyai Kyai NU itu ibarat Air.tenang tapi sungguh dalam.sementara Yg doyan teriak teriak kembali pada Al Quran dan Sunnah, nyatanya sungguh cetek."

Somad : "Cetek ???"

Sudrun : "Gimana gak cetek coba..., Lha Mereka teriak teriak kembali pada Quran sementara bila ditanya, Zaman Nabi dan Sahabat, Apakah Quran sudah bisa kita baca seperti sekarang ? Zaman Nabi hingga Sahabat, Al Quran itu nggak ada titik hurufnya kok ! Orang yg demen teriak kembali pada Al Quran itu bisa nggak membaca ayat Walan Tardlo ankal yahuudu dengan benar bila titik diatas hurufnya nggak ada ?"

Somad : "Emang, Titik titik pada huruf Al Quran itu yg bikin siapa Drun ?"

Sudrun : "Namanya Yahya Bin Ya'mur.Beliau hidup jauh dari era Nabi dan Sahabat. Beliau Seorang Tabiin yg wafat sebelum 100 H/ 719 M.Imam Ibn Abi Dawud al Sijistani menjelaskan hal yg sama.Beliau pun mengatakan bahwa Yahya Bin Ya'mur adalah Orang pertama yg menciptakan titik pd huruf Al Quran. ( Imam Ibn Abi Dawud al Sijistani,Al Mashahif,hal 158 )."

Somad : "Ooowww..."

Sudrun : "Ikut Kyai NU saja dech Kang ! Insya Allah Slamet Dunia Akhirat.ikut gerombolan pengasong Sunnah, nyatanya malah Sunnah yg diasong cuma Sunnah dhobol doank".

Share this:

Tidak ada komentar


Follow Us On Facebook
×