Tentang Penjelasan Hukum Memperingati Hari Ibu,Kami tidak Sepakat dengan Ustadz Abdul Shomad

hukum memperingati hari ibu menurut ustadz abdul shomad
Oleh : Arif Budiman Mahdy

Saya hanya sekilas melihat potongan video dimana Sosok Dai Muda,Ustadz Abdul Shomad Lc,MA ini mengatakan Haram Hukumnya mengucapkan Selamat Hari Ibu.

Dalam potongan video yg juga bisa Kita lihat di Youtube ini, Beliau menyebut bahwa tradisi atau ucapan Selamat Hari Ibu berasal dari Barat ( Kafir ? ) dan meniru atau melakukan tradisi mereka, maka hal tersebut sama hukumnya dengan mengikuti mereka.sebuah Qaidah yg Beliau kutip " Man Tasyabbaha fahuwa Minhum "

Saya pribadi mengagumi Beliau. Kedalaman Ilmu Agama nya dan kealiman Beliau saya hormati.latar belakang pendidikan Beliau jg mengagumkan.S1 di Al Azhar dan S2 nya di Maroko.toppp dach (y) (y)

Beliau NU ? Jelas Beliau NU ! Beliau Sekretaris Lembaga Bahtsul Masa'il PWNU Riau.Lembaga yg diisi oleh Orang Orang yg memiliki kualitas dan kredibilitas mumpuni dalam masalah ilmu Agama.

Tapi mohon maaf sebelumnya, terkait dengan statement pengharaman Beliau atas ucapan selamat Hari Ibu,Sekali lagi mohon maaf Saya tidak sepakat.alasan Beliau bahwa untuk mengucapkan rasa terima kasih pd Ibu bisa dilakukan kapan saja tidak perlu menunggu hari tertentu,Saya menerima tapi bila kemudian alasan ini dijadikan Hujjah untuk mengharamkan sesuatu, maka ini jelas memancing polemik.

Yang kontra pd Pendapat Beliau akan berkata seperti ini : Mengapa Iedul Fitri yg identik dengan tradisi saling memohon maaf dilakukan hanya 1 Tahun sekali ? Bukankah memohon maaf bisa dilakukan kapanpun ? Bila Ucapan selamat Hari Ibu diharamkan atas dasar karena " Orang Barat " hanya punya waktu luang mengurusi Ibu ( Mamak Bahasa Beliau ) mereka hanya 1 tahun sekali, bagaimana dengan tradisi saling memohon maaf pd saat Iedul fitri milik kita ?

Dan mohon maaf pula, di Tengah keterbatasan ilmu saya dan kebodohan Saya,Izinkan Saya bertanya : Adakah Tradisi Islam yg murni ? Manaarah atau Tempat Api Suci milik Kaum Majusi dahulu kala kini " Bertransformasi " menjadi Menara dalam Arsitektur Masjid milik kita.

Mata uang Dirham dan Dinar yg pd zaman Nabi telah dikenal dan digunakan, ternyata dinisbatkan dari nama Penguasa Romawi dan Persia,Drachma dan Dinarius.

Di Nusantara ini,Arsitektur Masjid Kudus di Jawa Tengah warisan Sayyid Ja'far Shodiq,amat sulit bila kita katakan bentuk Masjid ini ternyata sangat beraroma Hindu - Buddha.

Di Kampung Islam Pegayaman Kabupaten Buleleng Bali,di Tengah dominannya warga Hindu di Provinsi ini,umat Islam pd saat Hari Maulid Nabi atau Hari lahirnya Baginda Nabi melakukan ritual pembacaan Sholawat Burdah dengan Busana khas Bali dan lirik Sholawat yg dibacakan pun terdengar lagunya seperti Pujian kidung di Pura.

Jadi,Tradisi Islam yg murni itu seperti apa sich ? Tahlilan dilakukan oleh Jutaan Muslim di Negara ini sebagai washilah atau media mendoakan Orang yg telah tiada.adakah Nabi - Sahabat - Tabi'in pernah melakukannya ??

Qaidah Ushul Fiqh Menyatakan " Al adah muhakkamah " bahwa Tradisi sepanjang hal tersebut tidak bertentangan dengan garis Agama maka hal tersebut absah hukumnya. Hormat Ibu perintah Agama dan pertanyaan saya..., adakah Nash yg mengharamkan larangan pd satu momen untuk mengambil 1 hari sebagai hari special yg dipersembahkan bagi Ibu kita ? Nggak ada Mas !!

Salah satu keunggulan NU dalam masalah Agama adalah : NU mempunyai metode penggalian dan perumusan Hukum Agama yg sangat kaya.rujukan dan referensi yg dimiliki oleh Ulama NU demikian luas.dapat kita fahami pula alasan mendasar mengapa NU dalam bidang fiqh mengikuti dan merujuk pd Qaul atau Manhaj ( metode ) penggalian hukum Agama dari Nash dengan dasar pemikiran dan pemahaman 4 imam madzhab.dengan mengikuti Qaul atau metode dari 4 imam madzhab terkait perumusan dan penggalian suatu Hukum dari Nash,lahir sikap bijak sekaligus timbul Hukum yg kontekstual yg memahami kondisi lingkungan, adat sekaligus budayanya.metode seperti ini yg menjadikan sikap dan pola beragama NU menjadi tidak kaku atau Tathorruf.nggak asal main gebuk ini Haram - itu Salah - Ente Bid'ah - Ana Sunnah :D

Sebelum Lesbumi NU ( Lembaga Seni dan Budaya ) lahir,Beberapa Ulama dan Kyai dahulu juga menolak didirikannya sebuah lembaga yg menjadi wadah para seniman Muslim ini.Tapi karena melihat betapa massifnya pergerakan PKI termasuk melalui seni dan Budaya via lembaga mereka yaitu Lekra,para Ulama dan Kyai pada akhirnya merestui lahirnya sebuah lembaga dimana seniman Muslim dapat berhimpun dan diharapkan,lembaga ini mampu menciptakan sebuah karya yg di dalamnya dapat diisi dengan nilai nilai Islam sekaligus menjadi pengimbang bagi Lekra,lembaga kebudayaan rakyat milik PKI.

Anda pernah membaca karya Jaroslav Trovimov berjudul Kudeta Makkah ? Dalam Buku ini dikisahkan bagaimana seorang murid dari Mufti Arab Saudi,Abdullah Bin Baz bernama Juhaiman al Utaibi pd akhirnya kecewa pd sikap gurunya sendiri. Juhaiman yg dahulu dicekoki doktrin dan ajaran Agama yg sangat kaku oleh gurunya pd akhirnya justru menjadi musuh gurunya sendiri.

Fatwa Haram berhubungan dengan Kafir atau bekerjasama dengan Kafir yg dahulu diucapkan oleh gurunya, menjadi lembek ketika Penguasa Arab Saudi justru mengizinkan pasukan asing memasuki Makkah.dan berawal dari hal ini,Juhaiman angkat senjata.Ia mengobarkan perang di tempat yg sesungguhnya Haram darah untuk ditumpahkan,Masjidil Haram.

Saya mencium aroma betapa kuatnya nalar dan pola fikir Wahabi saat ini meracuni Kita.kekakuan dan kesempitan fikir sehingga melahirkan pandangan dan pemikiran beragama yg sangat kaku dan keras kini tanpa sadar makin kuat aromanya kita rasakan.

Mungkin, Wahabi udah capek ngrecokin Maulidan - Tahlilan - Manaqiban de el el,tapi yg tidak akan pernah bikin mereka capek adalah : Biarkan Ritual Bid'ah dilakukan tapi fikiran dan sikapnya aja yg harus sama kayak kita !!

Begitukah ?? Wallahu A'lam

Share this:

Tidak ada komentar


Follow Us On Facebook
×